Jakarta, 19 November 2025. Musim ini harusnya menjadi kisah manis yang berlanjut. Setelah performa gemilang di musim sebelumnya, kami, Geek Fam, memasuki MPL ID Season 16 dengan kepala tegak dan target yang jelas: Juara. Kami mempertahankan inti roster yang sudah solid—Baloyskie, Aboy, Gobs, Maykids, dan KennzyySkie—percaya bahwa chemistry yang sudah terbangun adalah kunci.

Awal musim pun terasa menjanjikan. Kemenangan pertama melawan Team Liquid ID (TLID) dan kejutan manis mengalahkan sang Raja, RRQ Hoshi, di minggu pertama. Rasanya, ini adalah permulaan dari konsistensi yang kami cari. Para pendukung kami, yang kami sebut Geek Fam ID, kembali bersorak bangga.

Namun, roda nasib di MPL berputar cepat. Setelah dua kemenangan awal itu, kami dihantam gelombang kekalahan beruntun. Setiap pekan terasa makin berat. Lawan-lawan kami seolah telah membaca pergerakan kami. Strategi yang dulu efektif kini tumpul. Kami mencoba beradaptasi, mengganti draft, bahkan melakukan pergantian pemain, tetapi momentum yang kami butuhkan tak kunjung kembali.

213123123132132132

Tenggelam Bersama Sang Raja dan Pendatang Baru

Kami tidak sendirian di posisi yang menyedihkan ini.

RRQ Hoshi: Siapa yang menyangka? Tim dengan julukan “Raja dari Segala Raja” ini, yang selalu menjadi benchmark kekuatan di Indonesia, justru mengalami kemunduran terburuk dalam sejarah mereka. Berada di posisi ke-7, satu tingkat di atas kami, kegagalan RRQ Hoshi untuk mencapai Playoff adalah gempa bumi di skena MLBB. Pertemuan kami melawan mereka yang berakhir dengan skor 0-2 di minggu ke-7 seperti mencerminkan krisis yang sedang mereka hadapi.

Team Liquid Indonesia (TLID): Mereka datang sebagai kekuatan baru, membawa harapan segar. Sayangnya, adaptasi mereka di liga terasa lebih sulit dari yang dibayangkan. TLID harus merelakan diri di posisi ke-9, tim pertama yang dipastikan gagal lolos. Kami merasakan empati besar, karena di awal, kami yang mengakhiri harapan mereka di pekan pertama.

1231231

Pelajaran Pahit di Landasan Pacu

Bagi kami di Geek Fam, kegagalan ini adalah pelajaran yang sangat mahal. Kami tahu talenta kami ada. Kami bisa mengalahkan tim-tim kuat. Tapi, kami gagal menjaga konsistensi.

“Kami terlalu sering mengulang kesalahan yang sama. Kami kehilangan fokus setelah awal yang baik,” ujar salah satu pemain setelah pertandingan terakhir. “Mental kami diuji, dan jujur, kami belum cukup kuat untuk menahan tekanan dari rangkaian kekalahan.”

Kami berjanji, kegagalan ini bukanlah akhir. Ini adalah titik balik. Kami akan menggunakan waktu jeda ini untuk mengevaluasi setiap detail, dari drafting, komunikasi dalam game, hingga menjaga kondisi mental.

Untuk para penggemar setia kami, Geek Fam, yang tetap mendukung meskipun kami terpuruk: Terima kasih. Kami minta maaf karena tidak bisa melangkah lebih jauh. Musim 16 telah berakhir dengan pahit, tetapi semangat kami tidak akan pernah mati.

#OnceAGeekAlwaysAFam – Kami akan kembali lebih kuat di Season 17, tidak hanya untuk membalas dendam, tetapi untuk menyelesaikan kisah yang tertunda.